Islam Maturity

How Mature Are You? Let’s See How Mature You Really Are!

Sudah beberapa bulan ini saya melihat dengan mata kepala saya sendiri, banyak orang-orang yang secara usia SUDAH DEWASA tetapi mereka BELUM DEWASA secara sikap yang mereka lakukan. Mau tau apa saja sikap-sikap yang bikin kalian menjadi dewasa yang sesungguhnya? Check it out!

Perihal buang sampah ini emang sepele banget, namun pada kenyataannya masih ada orang-orang yang menurut usia sudah dewasa tapi susah banget buat buang sampah di tempat sampah. Buat kamu yang masih suka membiarkan begitu saja TISSUE YANG SUDAH KAMU GUNAKAN, semoga kamu lekas diberi hidayah oleh Allah, karena kamu sudah membebani orang lain untuk membuang sampah kamu. Ayo, jangan lelah mendewasakan diri dengan membuang sampah pada tempatnya.

Nah, buat kamu yang suka membiarkan piring dan gelas yang sudah kamu gunakan begitu saja di wastafel, apalagi kamu masih tinggal dengan orangtua tanpa pembantu, FIX KAMU DOSA! Dosa lah ngebiarin mamak cuci piring/gelas BEKAS KAMU. Fix kamu adalah orang dewasa KW, dewasa aja nggak, apalagi bertanggung jawab dan mandiri, masih jauh woy! Jadi nih, kalo kamu pengen disebut dewasa tuh ya cuci sendiri piring atau gelas bekas pakai, selain dipuji mamak, dipuji juga tuh sama gebetan kamu. Kamu sudah tau kan? kalo meringankan beban orang lain itu hadianya adalah pahala yang besar? Nah sekalian lah, cuci semua cucian di wastafel untuk meringankan beban mamakmu, toh tugas anak kan memang harus membantu mamak.

Kamar kamu kayak kapal pecah? Hehe jangan harap deh kamu dianggap dewasa sama orangtuamu. Bagaimanapun kondisi kamu, sebenarnya kamu masih sempat untuk membereskan SATU RUANGAN yaitu kamar kamu, yang tentunya kamar kamu tidak akan seluas lapangan golf bukan? Kalo kamu tau, kondisi kamar yang rapi mampu MEMINIMALKAN RASA STRESS setelah seharian kamu kuliah atau bekerja loh. Orangtuamu pun akan senang jika melihat kamarmu rapi kan? Selamat merapikan kamar guys!

Buat kamu yang masih kuliah, jangan sampai kamu meminta uang kepada orangtua untuk keperluan di luar akademik dengan memaksa ya, apa kalian gak malu? Kalo kamu tidak bisa bekerja part-time di luar jam kuliahmu, setidaknya jangan meminta dengan memaksa kepada orangtua supaya diberi uang. Sekarang kan banyak cara untuk menghasilkan uang yang halal, seperti menjadi reseller atau dropshiper barang, banyak tuh yang bisa membiayai kuliahnya dengan menjadi reseller atau dropshipper seperti pakaian, skincare. Semangat ya para pejuang sarjana!

Dan untuk kamu yang sudah bekerja baik belum menikah atau sudah menikah tapi masih tinggal bersama orangtua, jangan lupa untuk menyisihkan uang gajimu untuk diberikan kepada orangtua loh ya, apalagi jika ayahmu dan ibumu sudah tidak bekerja lagi atau seorang pensiunan. Setidaknya kamu membelikan obat atau vitamin untuk orangtuamu setiap bulannya, atau membayarkan listrik rumah karena kamu pun menggunakannya bukan? atau mungkin membelikan bahan makanan sehari-hari untukmu dan orangtuamu selama sebulan. Kalau kamu habiskan gajimu untuk dirimu sendiri saja, kamu tidak bisa disebut dewasa. Apalagi gajimu habis karena digunakan shopping melulu, ingat, nanti di hisab loh. Semoga kamu bisa berbakti kepada orangtua ya. Karena tidak akan miskin orang yang membelanjakan hartanya untuk menyenangkan kedua ibu bapaknya. Ingat, pintu surga ada pada orangtua kita. Sebesar apapun harta yang kita keluarkan untuk mereka tidak akan pernah cukup untuk membalas kasih sayang dan perjuangan mereka kepada kita.

Jadi, kamu harus pintar memanage keuangan ya, sebesar atau sekecil apapun gajimu, kamu harus bisa membaginya dengan adil dan jangan lupa selalu bersyukur atas apa yang kamu dapatkan. Utamakan kebutuhan daripada keinginan!

Lebih relaistis dalam mencari pasangan yang artinya kita harus mulai sadar dan paham bahwa nggak ada manusia yang bakal sempurna dan cocok seratus persen dengan kita.

Jadi, daripada terus merapkan standar yang sangat tinggi lebih baik menghilangkan standar itu dan mulai mencari yang bisa menerima kita apa adanya. Karena kalau kita terus mencari seseorang yang sesuai dengan kriteria kita, maka hal itu tidak akan habisnya.

Di usia dewasa yang bisa dibilang udah nggak muda lagi, tentu kita gak mau cuman pacaran gak jelas tanpa arah. Jadi kamu harus patikan bahwa pasangan kamu memang memiliki arah menuju pernikahan. Supaya kita gak kecewa di akhir.

Orang yang sudah  dewasa cenderung memiliki tujuan yang jelas dalam hidupnya. Mereka tahu benar apa yang ingin mereka lakukan, capai, dan tuju dalam hidup. Bukan lagi saatnya harus bingung, dan gak tau harus melakukan apa di hari esok. Karena mereka selalu punya tujuan dan goals yang harus mereka capai dalam hidupnya.

Apapun yang terjadi, orang yang sudah dewasa bakal tetap menomor satukan dan memprioritaskan keluarga di atas segalanya. Karena mereka mengerti dan paham kalau peran keluarga itu sangat penting dalam kehidupan mereka. Di saat orang lain benci kepadamu tapi berbeda dengan keluarga, mereka adalah satu-satunya orang yang akan tetap menerimamu apa adanya. Sayangi keluargamu. Tapi jangan sampai kamu malah membebani keluargamu ya, kan kasihan, apalagi yang kamu bebani adalah orangtuamu sendiri.

Seseorang yang dewasa nggak akan selalu menuruti gengsi yang dimilikinya. Mereka cenderung jarang atau bahkan gak bakal beli barang-barang mewah atau branded hanya untuk menaikkan standar sosialnya. Daripada uangnya dihabiskan untuk membeli barang-barang seperti itu, mereka lebih memilih untuk menabung uangnya untuk keperluan yang lain.

Orang dewasa cenderung menutupi segala kesedihannya di depan banyak orang, hal ini mereka lakukan karena mereka tidak ingin membuat orang-orang di sekitarnya menjadi khawatir. Mereka lebih memilih menyimpannya sendiri, atau mereka hanya akan menceritakan masalahnya hanya ke orang yang benar-benar mereka percayai saja.

So ya itulah 9 sikap untuk menjadi dewasa yang sesungguhnya (from my standpoint). Please enter your comment below! I love to hear your comments on this article. Thank you for spending some time at my site and in my blog. I hope you come to visit again soon!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *